Penggolongan Motif Batik Nusantara Secara Umum

0 5

Penggolongan Motif Batik

Batik dahulu dikenal sebagai pakaian khusus untuk lingkungan keraton. Bahkan, ada orang luar keraton yang tidak boleh menggunakan motif batik tertentu. Pada masa penjajahan, terjadi pertukaran budaya. Orang-orang Belanda yang tinggal di Indonesia harus beradaptasi dalam soal pakaian. Karena itu, banyak orang Belanda yang mengenakan celana pangsi dengan motif batik.

Selain tertarik untuk mengenakan batik, ada beberapa warga negara Belanda yang sangat berminat untuk mengembangkan usaha batik. Tidak mengherankan jika banyak dari mereka yang lebih hafal dan mengerti mengenai motif-motif batik nusantara, dibanding orang pribumi.

Para pengusaha batik asal Eropa itu memang memiliki kreasi motif batik dengan ciri khas tersendiri. Tetapi, mereka juga mempelajari tentang seluk beluk motif batik nusantara yang terdapat di pulau-pulau di Indonesia. Berikut beberapa contoh motif batik Indonesia :

1. Motif Batik Pesisir

Motif  batik pesisir sangat diminati oleh warga negara Eropa yang tinggal di Indonesia (Indo-Eropa). Batik Prankemonan dan batik Pastromanan merupakan batik-batik pesisir yang dikelola oleh kaum Indo-Eropa. Motif batik pesisir memiliki banyak corak, yaitu berupa motif rengrengan besar, motif bangau, bebek ngoyor, bunga teratai, dan sepasang cendrawasih.

Warna batik pesisir tidak sekedar cokelat atau soga, tetapi berwarna-warni seperti merah, kuning, hijau, dan biru. Warna yang segar inilah yang membuat batik pesisir semakin diminati.

2. Motif Batik Keraton

Batik yang cantik ini pada mulanya diciptakan di keraton. Pakaian ini biasa dikenakan pada acara adat dan upacara kerajaan. Batik-batik ini tidak dibuat secara sembarangan. Pada proses pembuatannya, selain memerlukan ketekunan yang tinggi, masing-masing motif batik juga memiliki makna folosofi yang sangat dalam.

Karena itulah, seperti yang telah disebutkan di awal, ada beberapa motif batik yang tidak boleh dikenakan oleh orang di luar keraton. Motif-motif itu adalah motif Parang Rusak, Parang Barong, dan Udan Liris.

3. Motif Batik Cina

Motif  batik pesisir tidak hanya dipengaruhi oleh corak Belanda, tetapi juga dipengaruhi oleh motif Cina. Ciri khas dari batik motif Cina ini adalah isen-isen (hiasan pengisi latar) yang padat. Motif-motif yang terdapat pada batik ini adalah motif burung Hong, motif Kilin, motif Kura-kura, motif Naga, dan masih banyak lagi. Masing-masing motif memiliki makna yang berbeda.

Nama-nama pengusaha batik Cina Peranakan antara lain Oey Soe Tjoen (1901-1975), The Tie Siet (membuka usaha batik pada 1920-1950an), Oey Soen King (kelahiran tahun 1861), Oey Kok Sing, dan Oei Khing Liem (yang membuka usaha batik tahun 1910). Motif-motif pada batik Cina Peranakan adalah motif pagi sore, motif buket bunga peony, motif bangau mencari kutu, motif buket bunga soka latar kawatan, dan motif jagad manuk.

4. Motif Batik Jawa Timur

Jawa Timur memiliki 1.001 macam batik yang tersebar di seluruh daerah. Batik-batik itu memiliki keanekaragaman motif yang sangat mengagumkan. Setiap daerah di provinsi ini memiliki motif batik dengan ciri khas yang berbeda-beda. Di Bangkalan, motif batik diberi nama berdasarkan motif pengisinya. Batik Sisik Amparan, berarti motif pengisinya berupa bentuk yang menyerupai sisik ikan yang terhampar di seluruh permukaan. Sisik Bulu, berarti bagian dasar motif batik ini berupa sisik yang berbulu. Motif batik yang terkenal dari Bangkalan ini adalah motif Kembang Melate, motif Sekoh, motif Thong Centhong, motif Kupu-Kupu, dan motif Koceng Arenduh.

Terdapat motif batik Banyuwangi. Di Banyumangi terdapat 21 motif batik, di antaranya adalah motif Gendo Biru, motif Galaran, motif Blarak Semplah, dan motif Padas Gempal Banyuwangi. Meskipun batik Blitar masih dalam tahap pengembangan, daerah ini sudah memiliki beberapa motif batik. Motif-motif di daerah ini lebih banyak tampil dalam warna yang lembut. Bisa dipastikan, tidak lama lagi Blitar akan memiliki lebih banyak motif batik, sebab, saat ini banyak perajin batik Blitar yang sedang menimba ilmu tentang perbatikan di daerah Bantul, Yogyakarta.

5. Motif Batik Kalimantan

Batik Kalimantan terkenal dengan nama Sasirangan. Pada dasarnya, kain ini merupakan kain tenun tradisional yang motif-motifnya sama sekali berbeda dengan motif batik di daerah Jawa. Bahkan, hingga saat ini terdapat dua perbedaan pendapat.

Ada yang mengatakan sasirangan adalah batik khas Kalimantan, ada juga yang berpendapat bahwa sasirangan berbeda dengan batik. Motif-motif batik di Kalimantan Selatan (yang lebih dikenal dengan sebutan kain sasirangan) meliputi motif dengan gambar-gambar abstrak. Dan motif batik di Kalimantan Tengah (yang dikenal dengan sebutan batik Benang Bintik), meliputi motif Elang, motif Balanga, dan motif Batang Garing.

 

6. Motif Batik Sulawesi

Batik selama ini identik milik Jawa. Tetapi jangan salah bagian Indonesia Timur pun memiliki motif batik tersendiri. Bahkan, motif-motif batik yang ada di Indonesia Timur memiliki ciri khas yang sangat unik. Salah satunya adalah motif batik Sulawesi.

Batik di Sulawesi Selatan memiliki motif batik Toraja, Makassar, dan Bugis. Batik-batik ini dibuat menggunakan teknik yang sama persis dengan pembuatan batik di daerah Jawa. Sebaliknya, batik-batik di Sulawesi Tengah menggunakan bahan baku yang didatangkan dari Jawa. Sentra pembuatan batik di daerah ini terutama berada di Palu. Motif-motif batik yang diciptakan di Palu adalah motif ukiran rumah adat, motif resplang, motif burung maleo, motif bunga cengkeh, dan motif bunga merayap.

 

 

 

7. Motif Batik Papua

Corak dan motif batik Papua sangat diminati oleh turis lokal dan mancanegara. Hal ini terjadi karena motif batik Papua memiliki ciri khas tersendiri.

Motif asmat dan motif patung pada batik Papua tampak sangat berbeda dari batik-batik yang dimiliki daerah lain. Sedangkan, motif cicak, motif buaya, dan motif berupa lingkaran-lingkaran besar adalah beberapa motif yang digunakan karena merupakan simbol keramat bagi masyarakat Papua.

8. Motif Batik Nusa Tenggara

Motif batik yang terkenal dari Nusa Tenggara adalah batik Sasambo. Sasambo kependekan dari Sasak Samawa Mbojo, yang merupakan batik resmi di Nusa Tenggara Barat. Motif batik Sasambo dominan corak geometris. Ada bentuk segitiga, bujursangkar, juga garis-garis berornamen.

Pada setiap Pulau di Nusa Tenggara Timur memiliki batik dengan motif khasnya.Di Pulau Rote, motif daun adalah motif batik yang paling terkenal. Sementara, di Pulau Sumba, motif batik yang paling khas adalah motif hewan. Batik-batik di Nusa Tenggara ini merupakan batik tenun. Cara pembuatannya ada yang sama dengan teknik pembuatan batik Jawa, ada juga yang berbeda.

9. Motif Batik Bali

Konon, batik Bali banyak dipasok dari tanah Jawa. Namun, Bali juga memiliki batik khas yang tidak ada atau tidak bisa diproduksi di daerah lain karena menggunakan teknik pembuatan yang sangat sulit.

Motif-motif batik Bali antara lain adalah motif batik Alas Nagari dan motif batik Pagi Sore.

 

Source Penggolongan Motif Batik Nusantara Secara Umum Batik Nusantara

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.